WhoAI/Dashboard
Server
WhoAI · AI authenticity lab

Verify what your AI API actually runs

Behavior-first forensics untuk endpoint OpenAI-compatible. Metadata yang cocok bukan bukti — perilaku adalah bukti. Semua pekerjaan diproses lokal di VPS 1 melalui antrean prioritas.

Recent tests

Audit terakhir dari sesi ini — klik untuk melihat laporan.

Model health overview

Agregasi authenticity, latency, dan reliability per model.

Capability overview

Hasil terakhir tool calling, web search, dan vision.

Capability lab

Pilih kemampuan untuk diuji pada model terpilih — ground truth dinamis dibuat server-side per test.

Latency snapshot

Durasi audit terakhir per tes (detik).
Forensic audit

Deep Forensics

Probe rahasia dinamis: identitas, token fingerprint, behavioral challenges, routing, dan (bila reference aktif) perbandingan perilaku.

Provider endpoint

API key dikirim sementara ke backend WhoAI hanya untuk menjalankan tes ke endpoint Anda. WhoAI tidak menyimpan API key di database maupun laporan.
Not connected

Model & test depth

Hubungkan provider untuk menampilkan model.
0 model
Model terpilih
Belum ada
Console log
Model catalog

Models

Status per model dari endpoint yang terhubung: latency, evidence consistency, capability, dan reliability — dengan history sparkline.

Model bars

Klik model untuk memilihnya di audit. Bar terisi dari hasil tes yang tersimpan.
0 model
Connectivity

Ping Test

Ukur responsivitas endpoint dengan 5 handshake GET ke /v1/models — tanpa membakar token model.

Target

Endpoint + API key dipakai langsung dari browser header.

Ping model (paralel)

Cek model dengan probe 1 token secara bersamaan. Box hijau = berhasil, merah = gagal.
Testing

Rate Limit

Tembak chat ping 1-token ke model berulang untuk mengukur berapa request yang lolos sebelum endpoint menjawab 429. Otomatis berhenti setelah 30 detik / 100 request.

Rate limit probe

Menghitung ping ke model sampai kena rate limit (HTTP 429). Stops otomatis di 30 detik / 100 request — bisa di-stop manual.
Capability lab

Vision Lab

PNG + secret code dibuat ulang setiap test. Jawaban tidak pernah ditempel ke text prompt — hanya ada di dalam piksel gambar.

Dynamic vision challenge

PNG + secret code dibuat otomatis server-side setiap test — tidak perlu upload gambar.
auto-generate tiap test
Belum diuji

Jalankan tes vision untuk mendapatkan evidence card.

Capability lab

Tool Calling

Competing tools dengan selection otomatis, nested JSON arguments, schema compliance, dan tool-result round-trip + continuation testing.

Tool selection & schema lab

Skor berdasarkan selection correctness, argument accuracy, dan round-trip success.
Belum diuji

Jalankan tes tool calling untuk mendapatkan evidence card.

Capability lab

Web Search

Dynamic web canary: halaman sementara di whoai.my.id/canary/<random> berisi secret acak yang harus diambil model.

Web canary

Diukur: tool invocation, citation quality, dan secret accuracy.
Belum diuji

Jalankan tes web search untuk mendapatkan evidence card.

Capability lab

Long Context

Staged testing 16K → 64K → 128K → 256K dengan canary acak. Mendeteksi truncation, fake context window, dan hidden proxy limits.

Staged retrieval challenge

Perbandingan staged membutuhkan reference endpoint tepercaya (pola seller vs reference pada stage yang sama).
Reference mode belum aktif

Konfigurasi reference endpoint dulu di Settings agar long-context staging bisa berjalan.

butuh reference
Evidence archive

Reports

Laporan audit tersimpan lokal di browser (localStorage) — lengkap dengan evidence, findings, dan reference analysis. Ekspor kapan saja.
0 reports
Preferences

Settings

Tampilan, reference mode, dan manajemen data lokal.

Appearance

Tema terang (default) atau gelap — tersimpan di localStorage.
light

Reference mode

Bandingkan perilaku seller terhadap endpoint tepercaya — 80% bobot score pada behavioral overlap. Metadata tidak bisa menyelamatkan mismatch perilaku.

System

Status node dan antrean pemrosesan lokal.

Data

History audit & ping disimpan lokal di browser.
WhoAI · AI authenticity lab

Apa itu WhoAI?

WhoAI adalah platform uji forensik untuk endpoint AI OpenAI-compatible — memverifikasi model apa yang sebenarnya berjalan di balik API yang kamu pakai.

Masalahnya

Banyak API pihak ketiga mengaku menjual “GPT”, “Claude”, atau “Gemini” — padahal di belakang layar bisa berupa model lebih murah, fine-tune kecil, atau campuran beberapa model.

Metadata seperti nama model di katalog, response.model, self-report, dan token usage semuanya bisa dipalsukan oleh gateway. WhoAI tidak percaya klaim tersebut — ia mengujinya lewat perilaku.

Apa yang bisa diuji

Setiap tes memakai ground truth dinamis yang dibuat server-side, sehingga jawabannya tidak pernah bocor ke prompt.
Authenticity & BehavioralProbe identitas, token fingerprint, routing, nonce
Vision LabBaca kode rahasia yang digambar di gambar
Tool CallingPemilihan & eksekusi tool dengan skema ketat
Web SearchAmbil nilai canary HMAC dari URL dinamis
Long ContextRetrieval staged multi-putaran hingga 128K
Ping & Rate LimitTTFT, tokens/sec, dan batas 429 real

Cara kerjanya

Pendekatan evidence-based, bukan klaim.
Signal kuat — behavioral challenge, vision, tool schema, web canary, long-context. Dibuat dinamis & diverifikasi server-side.
Signal lemah — katalog model, response.model, system_fingerprint, token usage. Bisa dipalsukan gateway.
Reference mode — bandingkan perilaku endpoint seller terhadap endpoint tepercaya milikmu; 80% bobot pada behavioral overlap.

Batasan penting

Jujur soal apa yang bisa dan tidak bisa dijamin.

WhoAI adalah sistem forensik black-box. Tanpa atestasi kriptografis atau akses langsung ke penyedia, identitas backend mutlak tidak bisa dijamin 100%. Hasil berupa bukti teramati (kesesuaian perilaku, kontradiksi, coverage capability) — bukan label “authentic/verified” yang menyesatkan. Selalu gunakan hasil sebagai bagian dari due diligence, bukan satu-satunya dasar keputusan.

Legal & data

Kebijakan Privasi

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2026. Kebijakan ini menjelaskan data apa yang diproses WhoAI dan bagaimana ia diperlakukan.

1. Data yang diproses

Untuk menjalankan tes, kamu memasukkan endpoint API, API key, dan nama model. Data ini dikirim sementara ke backend WhoAI semata-mata untuk menjalankan pengujian yang kamu minta terhadap endpoint milikmu. WhoAI tidak menyimpan API key di database, laporan, atau log aplikasi.

2. Penyimpanan di browser kamu

Konfigurasi endpoint & API key disimpan di sessionStorage (terhapus saat tab ditutup), sementara riwayat laporan, hasil ping, tema, dan hasil capability tersimpan di localStorage browser kamu. Data ini hanya ada di perangkatmu. Tombol Clear session menghapus endpoint, API key, dan konfigurasi reference.

3. Log & retensi

Log server mencatat metadata operasional (rute, waktu, status) tanpa nilai API key atau header otorisasi. WhoAI tidak menyimpan respons model secara persisten. Data rate-limit (hanya alamat IP) digunakan untuk mencegah penyalahgunaan dan dihapus otomatis setelah jendela waktu singkat.

4. Pihak ketiga

WhoAI tidak menjual atau membagikan data ke pihak ketiga untuk iklan. Satu-satunya “pihak ketiga” adalah endpoint yang kamu tunjuk sendiri — request tes diteruskan ke sana persis seperti kamu memakainya langsung.

5. Keamanan

WhoAI menerapkan HTTPS wajib (HSTS), Content Security Policy, pembatasan outbound (anti-SSRF), pinning IP DNS, timeout & batas ukuran respons, rate limiting per-IP, serta rendering DOM yang aman. Kerentanan dapat dilaporkan lewat security.txt.

6. Kontak

Pertanyaan atau permintaan terkait privasi dapat dikirim ke security@whoai.my.id. Kami dapat memperbarui kebijakan ini sewaktu-waktu; perubahan signifikan akan dicantumkan di halaman ini.